KarinaHerbal

Iklan banner

Iklan banner
Kantin Ngapak

Anda Mengalami Bau Mulut ? Mau Tau Solusinya ?

Anda Mengalami Bau Mulut ? Mau Tau Solusinya ?

Bau Mulut (Halitosis)

Bau mulut atau yang juga disebut halitosis adalah kondisi di mana seseorang memiliki aroma napas yang tidak sedap. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi, kebersihan mulut yang tidak terjaga, kondisi kesehatan tertentu, atau gaya hidup yang tidak baik, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol.
Kenali Penyebab dan Cara Menghilangkan Bau Mulut

Meski bukan masalah medis yang gawat, bau mulut sering menyebabkan seseorang kehilangan kepercayaan diri dan merasa khawatir bau mulut yang dialami akan mengganggu orang lain. Jika Anda mengalami masalah serupa, memahami cara menghilangkan bau mulut bisa membantu mengembalikan rasa percaya diri Anda.
Penyebab Bau Mulut
Bau mulut tidak hanya disebabkan oleh masalah kesehatan gigi, gusi, dan makanan yang berbau menyengat. Beberapa kondisi kesehatan lain yang juga bisa menjadi penyebabnya bau mulut di antaranya:
  • Xerostomia, yaitu mulut kering yang terjadi karena gangguan produksi air liur akibat bakteri menumpuk di rongga mulut.
  • Gangguan saluran pencernaan, seperti infeksi bakteri H.pylori yang menyebabkan sakit maag dan penyakit asam lambung (GERD).
  • Sinusitis yang menghasilkan post nasal drip atau aliran cairan kental dari rongga sinus ke tenggorokan.
  • Pengaruh kondisi lain, seperti diabetes, gangguan hati, atau infeksi saluran pernapasan.
Selain beberapa kondisi kesehatan di atas, bau mulut juga bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok, kurangnya kebersihan mulut, makanan atau minuman tertentu, dan diet yang berlebihan sehingga menyebabkan kekurangan karbohidrat.
Bau mulut tidak sedap atau halitosis dapat disebabkan oleh beragam hal. Namun studi menunjukkan, 80% bau mulut disebabkan oleh adanya masalah pada kesehatan gigi dan mulut, seperti gigi berlubang atau masalah gusi. Oleh karena itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting dilakukan


Cara Mencegah Bau Mulut

Cara terbaik untuk menghindari bau mulut adalah dengan cara mencegah bau mulut sebelum hal tersebut muncul. Anda bisa mencegah bau mulut dengan memastikan kesehatan mulut tetap terjaga. Lantas bagaimana cara mencegah bau mulut? Yuk, simak poin-poin di bawah ini:
1. Selalu Sikat Gigi dengan Baik dan Benar
Sikat gigi wajib dilakukan dua kali dalam sehari. Jangan asal-asalan saat melakukannya, lakukan dengan baik dan benar menggunakan pasta gigi dengan flouride. Sangat baik jika Anda juga menyikat gigi 15 – 20 menit setelah makan, khususnya jika banyak makanan yang terselip di sela-sela gigi. Juga jangan lupa untuk menyikat lidah Anda saat menggosok gigi. Pasta gigi yang berkualitas juga menentukan apakah proses sikat gigi Anda cukup baik atau tidak.
2. Ganti Sikat Gigi Secara Rutin
Biasakan mengganti sikat gigi 2 atau 3 bulan sekali. Setelah sembuh dari sakit pun sebaiknya mengganti sikat gigi agar tidak tertular lagi seandainya ada bakteri yang masih tertinggal.
Baca Juga

3. Rutin Datang ke Dokter Gigi Setiap 6 Bulan Sekali
Meski tidak sedang sakit gigi, sangat dianjurkan untuk datang ke dokter gigi dan memeriksakan kondisi gigi Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara profesional dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan kerusakan gigi yang akan muncul.
4. Makan Makanan yang Sehat
Kebiasaan makan-makanan yang sehat dan alami mengurangi risiko bau mulut, asalkan gigi dan mulut Anda dalam keadaan sehat. Buah-buahan dan sayur tidak mengandung zat kimia berbahaya yang berbau tidak enak jika membusuk. Jika merasa nafas Anda terlalu bau, cobalah mencatat makanan apa saja yang Anda makan, lalu berikan pada dokter untuk dianalisis.
5. Berhenti Merokok
Tidak perlu diragukan lagi, rokok dan produk-produk tembakau lainnya menyebabkan bau mulut tidak sedap. Hentikan kebiasaan merokok segera jika Anda seorang perokok.
Cara Mengatasi Bau Mulut
Terkadang, meski telah berusaha keras untuk menjaga kesehatan mulut, tetap saja bau mulut muncul dan mengganggu rasa percaya diri Anda. Lalu apa yang harus Anda lakukan saat bau mulut menyerang? Bagaimana cara mengatasi bau mulut tercepat yang bisa Anda lakukan?
1. Minum Banyak Air Putih
Mengapa Anda harus minum banyak air putih? Sebab air putih dapat menjaga kelembapan mulut tetap terjaga. Air juga dapat membilas bakteri-bakteri yang mungkin ada di mulut. Sangat penting untuk selalu minum air putih yang banyak setelah makan. Hal ini membantu untuk membilas sisa-sisa makanan yang mungkin masih tertinggal di mulut.
2. Makan Permen atau Permen Karet 
Cara ini merupakan salah satu cara yang sangat jitu untuk segera menghilangkan bau mulut tidak sedap. Saat keadaan genting sehingga Anda tidak sempat membersihkan rongga mulut dari bau mulut dan memaksa Anda untuk berbicara bertatap muka dengan jarak yang sangat dekat, keharuman permen karet adalah penyelamat yang akan menyamarkan bau mulut tak sedap. Begitu dikunyah, aroma permen karet akan memenuhi rongga mulut dan terdorong keluar ketika Anda berbicara. Hasilnya, bau tidak sedap dalam mulut tergantikan seketika dengan aroma wangi permen karet yang Anda kunyah.Sembarang rasa permen karet bisa digunakan, namun ada rasa-rasa dan aroma tertentu yang bekerja dengan lebih baik dibandingkan rasa atau aroma permen karet lainnya. Salah satu aroma tersebut adalah mint. Jadi pilihlah permen karet dengan rasa mint atau yang mengandung xylitol. Kandungan xylitol menghadirkan sensasi segar dalam mulut sekaligus menghembuskan aroma yang segar dan terasa dingin.
3. Kunyah Buah atau Sayur Penghilang Bau
Jika tidak ada permen karet, Anda bisa mencoba untuk mengunyah buah atau sayuran penghilang bau. Beberapa di antaranya adalah kulit jeruk, lemon, atau peterseli. Kulit jeruk atau lemon sangat efektif karena jika dikunyah, benda ini mampu merangsang keluarnya air liur di mulut. Dengan demikian, air liur akan membantu menghilangkan bau mulut tidak sedap. Selain kulit jeruk atau lemon, Anda bisa mencoba mengunyah peterseli. Peterseli memiliki zat penetralisir bau tak sedap, sehingga cocok untuk dijadikan quick-fix saat bau mulut menyerang Anda.
Menghindari makanan yang berbau tajam dan tidak sedap juga ampuh untuk menghalau bau mulut. Jangan makan bawang putih dan bawang bombai saat Anda hendak berbincang cukup dekat dengan orang lain. Anda bisa menggantinya dengan buah lain yang lebih aman seperti apel, semangka, wortel, atau tomat. Kandungan air yang banyak bisa membantu menghilangkan bau mulut yang tidak enak.

Susah Buang Air Besar ? Mau Tau Solusinya ?

Susah Buang Air Besar ? Mau Tau Solusinya ?

Susah Buang Air Besar ? Mau Tau Solusinya ?

Penyebab susah buang air besar sering kali sulit untuk diketahui secara pasti. Namun, secara umum ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan konstipasi atau sulit buang air besar, antara lain pola makan yang buruk, kehamilan, menunda buang air besar, pengaruh obat-obatan, atau karena kondisi kesehatan tertentu.
Sembelit atau susah buang air besar, dalam bahasa medis disebut konstipasi, terjadi ketika frekuensi buang air besar menjadi berkurang. Sebenarnya frekuensi buang air besar bisa berbeda-beda pada tiap orang. Tidak ada patokan baku mengenai berapa kali normalnya buang air besar dalam sehari atau seminggu.
Namun, biasanya tidak buang air besar selama lebih dari tiga hari atau frekuensi BAB kurang dari tiga kali dalam di minggu sudah dapat dikatakan sebagai susah buang air besar. Ini karena setelah tiga hari, struktur tinja menjadi lebih keras dan lebih sulit untuk dikeluarkan.
Berbagai Penyebab Susah Buang Air Besar
Lalu apa saja kondisi yang umumnya menjadi penyebab susah buang air besar?
  • Pengaruh gaya hidup
Pola makan yang kurang sehat, seperti kekurangan serat serta kekurangan cairan, dapat memicu terjadinya konstipasi. Selain itu, perubahan pola makan dan terlalu banyak mengonsumsi produk olahan susu juga bisa menyebabkan susah buang air besar. Di samping itu, gangguan makan juga ikut berkontribusi terhadap terjadinya konstipasi. Malas berolahraga atau kurang aktif bergerak juga bisa mengundang konstipasi.
  • Kehamilan
Sekitar 40 persen wanita hamil mengalami konstipasi selama kehamilan, terutama pada periode awal kehamilan. Konstipasi dapat dialami ibu hamil karena selama kehamilan, tubuh memproduksi lebih banyak hormon progesteron yang efeknya dapat mengendurkan otot, sehingga menyulitkan otot usus untuk berkontraksi. Sebagai akibatnya, ibu hamil kesulitan untuk buang air besar.
  • Menunda buang air besar
Sering kali anak-anak maupun orang dewasa memiliki keengganan pergi ke toilet untuk buang air besar ketika mulai terasa ingin BAB, entah karena alasan takut, malu, tidak memiliki privasi untuk menggunakan toilet, atau berbagai alasan lain. Namun, menunda-nunda buang air besar ketika ada desakan untuk melakukannya, justru berisiko menyebabkan konstipasi. Dengan kata lain, bersegeralah dalam menjawab panggilan alam ini.
  • Pengaruh obat-obatan
Konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menimbulkan efek samping berupa susah buang air besar. Obat-obatan tersebut bisa meliputi suplemen kalsium, suplemen zat besi, obat antiepilepsi, antidepresan, antipsikotik, obat-obatan diuretik, serta obat pereda nyeri golongan narkotik, seperti kodein dan morfin. Selain itu, obat untuk mengatasi gangguan pencernaan, seperti antasida dan antidiare, serta kebiasaan menggunakan obat laksatif, juga dapat menimbulkan konstipasi.

Baca Juga

  • Memiliki kondisi kesehatan tertentu
Pada kasus yang jarang terjadi, kesulitan untuk buang air besar bisa dianggap pertanda adanya kondisi medis tertentu, seperti diabetes, sindrom iritasi usus besar, hiperkalsemia atau kelebihan kalsium dalam darah, kelenjar tiroid yang kurang aktif, fisura ani, penyakit radang usus, kanker usus besar atau dubur, hingga kelainan saraf seperti pada multiple sclerosis, stroke, penyakit Parkinson, atau cedera saraf tulang belakang.
Cara Mengatasi Sembelit di Rumah
Beberapa cara mengatasi susah buang air besar secara alami yang dapat Anda lakukan di rumah, antara lain:
  • Menambah asupan serat
Asupan serat membuat tinja menjadi lebih lunak dan membuat tinja bergerak lebih cepat di dalam usus. Asupan serat yang perlu ditambah sebaiknya berasal dari buah dan sayuran segar. Selain itu, roti gandum dan sereal bisa menjadi pilihan. Namun, lakukan penambahan jumlah serat secara bertahap. Hal ini karena peningkatan asupan serat secara mendadak dapat membuat perut Anda penuh gas, sehingga terasa kembung.
  • Minum air putih lebih banyak
Susah buang air besar dapat disebabkan tinja yang keras, karena tinja tidak mengandung cukup air ketika masuk ke usus besar. Menurut penelitian, minum air putih atau air mineral yang cukup akan menghindarkan Anda dari kondisi ini. Secara umum, minum delapan gelas per hari dapat mencukupi kebutuhan cairan selama satu hari. Namun, ada kemungkinan Anda memerlukan lebih dari itu. Anda dapat mengukur kebutuhan air di dalam tubuh, dengan melihat warna urine. Jika urine berwarna kuning pekat, itu tanda bahwa Anda masih kekurangan cairan.
  • Olahraga
Cobalah untuk olahraga atau latihan fisik setiap hari. Aktivitas fisik ini akan berpengaruh juga pada gerakan otot di dalam usus. Berjalan kaki selama 15 - 30 menit setiap hari dapat membantu memperbaiki pencernaan sehingga susah buang air besar dapat teratasi.
  • Sediakan waktu untuk buang air besar
Jangan terburu-buru, berilah waktu yang cukup untuk buang air besar. Jangan pula menunda-nunda buang air besar. Menjadikan hal ini sebagai kebiasaan dapat membantu memperlancar buang air besar.
  • Berendam air yang dicampur garam inggris
Garam Epsom atau yang dikenal sebagai garam inggris, yaitu garam yang bila dicampur air akan menjadi magnesium dan sulfat. Garam inggris yang dicampur dalam air, dapat dimanfaatkan sebagai cara mengatasi susah buang air besar. Pada saat berendam, air garam akan meresap ke dalam tubuh. Garam jenis ini bisa meningkatkan gerak perncernaan usus, sehingga membuat tinja lebih lunak. Cara menggunakan garam inggris adalah mencampurkan 3-5 sendok garam ke dalam bak mandi atau bathtub berisi air hangat, kemudian berendam dengan santai.
Selain dengan berendam, campuran air minum dan garam inggris juga dapat mengatasi susah buang air besar. Caranya dengan mencampurkan sekitar 250 ml air putih dengan 6 sendok teh garam Inggris, aduk rata, dan diminum.  Untuk anak-anak usia 6 – 11 tahun gunakan 2 sendok teh. Tetapi metode ini tidak efektif untuk jangka panjang dan tidak disarankan untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun.
  • Minum minyak zaitun
Minyak zaitun dapat membuat tinja menjadi lebih lunak, sehingga buang air besar lebih lancar. Anda bisa mencampur satu sendok makan extra virgin olive oil pada segelas susu atau air jeruk. Anda juga bisa menambah minyak zaitun sebagai campuran salad. Yang perlu diingat, tidak semua orang diperbolehkan minum minyak zaitun sebagai cara mengatasi susah buang air besar, terutama wanita hamil dan anak-anak. Sebaiknya konsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi minyak tersebut.








Lemak Darah Dalam Tubuh Manusia

Lemak Darah Dalam Tubuh Manusia

Pengertian Lemak Darah

Pengertian lemak darah merupakan hasil konversi kalori tidak terpakai dan disimpan untuk menyediakan cadangan energi bagi tubuh. Hal tersebut menyebabkan seseorang yang sering mengonsumsi kalori melebihi jumlah yang yang dibutuhkan oleh tubuhnya, akan berisiko memiliki kadar trigliserida tinggi.
Semakin tinggi kadar lemak darah, maka risiko kita untuk terkena penyakit jantung dan sindrom metabolik yang juga berhubungan dengan stroke. Kadar trigliserida dalam tubuh bisa diketahui melalui tes darah.
Pengertian lemak darah atau sering disebut lipid penting bagi tubuh untuk menyediakan energi bagi tubuh untuk beroperasi. Selain itu, lipid juga menyediakan dan mengangkut vitamin yang larut. Namun, sejumlah besar lipid dapat menyebabkan penyakit jantung, memicu diabetes dan obesitas.
Di dalam tubuh ada banyak jenis lipid, tetapi jenis yang paling umum dari lipid darah tinggi yaitu kolesterol dan trigliserida. Lipid darah tinggi dapat terjadi karena peningkatan yang tinggi dari satu atau kedua jenis lemak.

Faktor Risiko Kadar Lemak Darah Tinggi
Kadar lemak darah yang tinggi lebih berisiko dialami oleh orang-orang yang memiliki faktor-faktor berikut:
  • Mengonsumsi terlalu banyak makanan kadar lemak tinggi.
  • Rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti steroid, obat darah tinggi dan pil KB.
  • Kondisi kesehatan yang bersifat keturunan.
  • Mengalami sakit ginjal, sakit hati, diabetes, hipotiroidisme dan stres berkepanjangan.
  • Kebiasaan mengonsumsi minuman keras.
Kadar lemak dalam darah perlu diperhatikan, agar kadar kolesterol tinggi dapat dideteksi dan ditangani sejak dini. Hal ini karena kadar kolesterol tinggi dalam darah tak selalu disertai gejala khusus.

Cara Pencegahan Secara Alami

Sebagai tindakan pencegahan, ada banyak cara yang dapat ditempuh agar kadar lemak darah dalam tubuh tidak terus melonjak hingga menjadi sumber bahaya, misalnya:
  • Selalu konsumsi makanan berprotein tanpa lemak, salah satunya mengonsumsi  daging tanpa lemak atau bersihkan lemaknya sebelum diolah. Selain itu, Anda juga bisa mengganti daging merah dengan ikan, seperti salmon atau makarel.
  • Batasi konsumsi makanan yang digoreng. Lebih baik olah makanan dengan cara direbus ataupun dikukus.
  • Buang kulit ayam sebelum mengolahnya.
  • Saat mengonsumsi telur, sebaiknya hindari menyertakan kuning telur.
  • Pilih susu, es krim, keju, dan yoghurt rendah lemak.
  • Konsumsi cukup sayur dan buah untuk mencukupi kebutuhan serat.
  • Hindari konsumsi gula berlebih dan makanan yang diproses, seperti makanan yang terbuat dari tepung terigu.
  • Hindari konsumsi minuman mengandung alkohol. Minuman tersebut mengandung kalori dan gula tinggi yang dapat meningkatkan kadar trigliserida.
Selain menurunkan kadar gula darah dan tekanan darah, berolahraga rutin turut berperan meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar trigliserida. Beberapa jenis olahraga dapat Anda pilih, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda. Upayakan untuk rutin berolahraga setidaknya 30 menit sebanyak 4-5 kali sepekan. Jika waktu Anda terbatas, lakukan olahraga selama 10 menit lebih dari 5 kali setiap minggu.
Berbagai cara di atas dapat Anda lakukan sebagai upaya alami mengelola kadar lemak darah. Selain ini, ada obat-obatan penurun kadar lemak darah yang umumnya diberikan kepada mereka yang sudah berisiko tinggi terkena penyakit jantung. Meski begitu, konsumsi obat tanpa disertai perubahan gaya hidup yang lebih sehat tetap tidak akan mendatangkan manfaat maksimal.
Mengenal Jenis Lemak Darah
  • Low density lipoprotein Kolesterol low density lipoprotein (LDL) merupakan pembawa kolesterol terbesar dalam darah. LDL mengangkut kolesterol ke tempat-tempat di seluruh tubuh baik untuk ditimbun maupun untuk memperbaiki membran sel. Namun, seperti halnya air yang bisa menghasilkan kerak yang menempel di pipa air, demikian juga kolesterol LDL yang bisa menyebabkan penimbunan kolesterol dalam arteri yang memasok makanan ke otak dan jantung. Karena itu kolesterol sering disebut sebagai kolesterol jahat.
Baca Juga

  •  "High density lipoprotein" Bayangkan high density lipoprotein (HDL) sebagai pemulung atau kolesterol pembersih. HDL membantu menurunkan jumlah kolesterol LDL dalam darah. Makin tinggi kadar kolesterol HDL, makin rendah pula risiko terjadinya aterosklerosis. Karena itulah HDL disebut kolesterol baik. Untuk meningkatkan kadar HDL, lakukan olahraga dan kurangi berat badan. 

  • Trigliserida Trigliserida adalah jenis lemak tubuh yang lain. Bila jumlahnya berlebihan dalam darah, maka ia disebut hipertrigliseridemi. Kondisi ini juga dianggap mempermudah pembentukan aterosklerosis (timbunan plak di arteri). Deteksi dini adanya kolesterol atau trigliserida yang tinggi bisa membantu Anda mengambil langkah untuk memperbaiki kesehatan dan mencegah penyakit kardiovaskular. Satu-satunya cara untuk mengukur kadar kolesterol dan trigliserida adalah melalui tes darah.
Jenis Makanan Untuk Menurunkan Lemak Darah Dengan Cepat

Salmon
Ikan air dingin seperti salmon, tuna, dan cod memiliki asam lemak omega-3 tinggi. Jika rajin dikonsumsi, maka dapat menurunkan trigliserida secara signifikan. Sejauh ini ikan terbaik adalah salmon.Suplemen minyak ikan juga bisa digunakan karena kaya omega 3. Ikan yang kaya omega-3 adalah beberapa jenis makanan terbaik yang dapat  menurunkan lemak datah trigliserida dan kolesterol.

Biji-bijian

Ini termasuk roti, pasta, dan sereal yang terbuat dari gandum, dan beras merah. Makanan yang berasal biji-bijian utuh kaya akan karbohidrat kompleks dan serat. Biji-bijian utuh juga menyediakan beberapa protein dan umumnya rendah lemak jenuh, kolesterol, dan lemak total.
Kacang polong
Kacang polong merupakan sumber protein nabati yang baik dan kaya akan serat. Jadi gunakanlah makanan ini sebagai pengganti untuk makanan yang tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan lemak total.
Flaxseed (Biji Rami)
Kaya akan asam lemak omega-3, biji rami yang hanya dua sendok makan sudah mengandung hampir 133 persen kebutuhan harian omega-3. Namun konsumsilah biji rami ini setelah melalui proses penggilingan atau penghalusan agar efek menguntungkannya lebih mudah diserap oleh tubuh.
Putih telur
Berbeda dengan kuning telur, putih telur tidak mengandung kolesterol sehingga bisa dimakan secara rutin. Tapi Anda harus hati-hati dengan kuning telur, karena mengandung 215 mg kolesterol.


Beberapa Penyebab Utama Penyakit Hati (Liver)

Penyakit Hati

Definisi Hati

Hati atau liver merupakan salah satu organ tubuh paling penting untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Hal ini dikarenakan fungsi utama dari hati adalah untuk membuang racun dalam tubuh, membantu dalam proses produksi sel darah merah serta membersihkan dan menyaring darah. Salah satu organ tubuh yang memiliki warna merah darah memiliki keistimewaan dibandingkan dengan organ lainnya yaitu jika terluka dapat memulihkan sendiri. Akan tetapi bagaimana jika hati terkena penyakit yang berbahaya? Pastinya hal ini dapat mengancam hidup seseorang.


Penyebab dan faktor risiko

Berikut adalah beberapa penyebab utama penyakit hati (liver):

1. Infeksi



Infeksi parasit maupun virus yang menyerang organ hati dapat memicu peradangan, sehingga menghambat fungsi hati.
Mikroorganisme yang menyebabkan kerusakan hati dapat menyebar melalui darah atau urin, makanan atau air yang terkontaminasi, atau bersentuhan dekat dengan orang yang terinfeksi.
Infeksi yang paling umum menyebabkan penyakit hati adalah dari virus hepatitis, termasuk:
  • Hepatitis A
  • Hepatitis B
  • Hepatitis C

2. Gangguan sistem kekebalan tubuh



Penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian-bagian tertentu dari tubuh (autoimun) dapat mempengaruhi hati Anda. Contoh penyakit hati autoimun meliputi:
  • Hepatitis autoimun
  • Sirosis bilier primer
  • Primary sclerosing cholangitis
3. Genetika


Gen abnormal yang diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua Anda dapat menyebabkan berbagai zat untuk menumpuk dalam hati Anda. Hal tersebut dapat mengakibatkan kerusakan hati. Beberapa contoh penyakit hati genetik meliputi:
  • Hemochromatosis
  • Hiperoksaluria dan oxalosis
  • Penyakit Wilson

4. Gaya hidup



Penyebab umum dari penyakit liver juga dapat termasuk:
  • Penyalahgunaan alkohol kronis
  • Pola makan tidak sehat
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit liver termasuk:
  • Penggunaan alkohol berat dan kronis
  • Penyuntikan obat menggunakan jarum bersama-sama
  • Tato atau tindikan dengan peralatan tidak steril
  • Transfusi darah sebelum tahun 1992
  • Terpapar darah dan cairan tubuh orang lain yang terinfeksi virus penyakit hati
  • Hubungan seks tanpa kondom
  • Paparan bahan kimia tertentu atau racun
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Kadar trigliserida dalam darah tinggi.
Jenis - Jenis Penyakit Hati
Penyakit hati (liver) dapat memengaruhi tubuh dengan berbagai cara. Perwujudan penyakit hati setiap orang pun dapat berbeda, tergantung dari apa penyebab yang paling mendasarnya.
Berikut adalah jenis-jenis penyakit hati yang paling umum ditemukan: 
1. Penyakit hati terkait alkohol
Kerusakan fungsi dan organ hati akibat konsumsi alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang disebut alcohol-related liver disease (ARLD). Golongan penyakit ini pun terbagi lagi menjadi dua, yaitu perlemakan hati karena alkohol (alcoholic fatty liver) dan sirosis alkoholik.
Alkohol sejatinya adalah zat beracun. Normalnya, hati dapat mencerna alkohol dan menyaring zat racunnya untuk kemudian dikeluarkan dari tubuh. Namun selama mencerna alkohol, akan terus ada sebagian sel hati yang rusak dan mati. Semakin sering dan semakin lama Anda rutin minum alkohol, maka fungsi hati akan terganggu.
Konsumsi hingga 160 gram alkohol per hari dapat menimbulkan risiko sirosis hati hingga 25 kali lipat.
2. Perlemakan hati non-alkoholik 

Non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) atau perlemakan hati non-alkohol muncul akibat penumpukan lemak yang biasanya terlihat pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas. 
Organ hati yang sehat seharusnya mengandung sangat sedikit lemak atau tidak sama sekali. Kadar lemak di hati yang terlalu banyak bisa meningkatkan masalah kesehatan serius, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit ginjal. 
Jika Anda sudah terkena diabetes, penyakit hati berlemak non-alkoholik bisa meningkatkan kemungkinan masalah jantung.  Kondisi tersebut bisa dihentikan asalkan dideteksi dan diatasi sejak dini. 
3. Hepatitis

Hepatitis adalahperadangan pada hati yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau kerusakan hati karena mengonsumsi alkohol. 
Ada banyak jenis hepatitis dengan gejalanya masing-masing, yaitu hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, hepatitis E, hepatitis alkoholik, dan hepatitis autoimun.
Beberapa jenis bisa disembuhkan dengan pengobatan sederhana. Sementara yang lainnya dapat terjadi berkepanjangan sehingga mengakibatkan gagal fungsi hati, dan pada kasus tertentu, kanker hati. 
4. Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah kondisi di mana zat besi dalam tubuh menumpuk dalam jangka waktu bertahun-tahun. Penumpukan zat besi tersebut bisa menyebabkan gejala tak mengenakkan. Jika tidak diatasi, penyakit tersebut bisa menghancurkan organ vital, seperti hati, sendi, pankreas, dan jantung. 
Gejala hemokromatosis biasanya mulai terasa pada usia di antara 30 hingga 60 tahun. Umumnya, Anda akan merasakan sangat kelelahan setiap saat, penurunan berat badan, tubuh menjadi lemah, nyeri sendi, gangguan ereksi pada pria, dan datang bulan tak teratur pada wanita. 
5. Sirosis bilier primer

Primary biliary cirrhosis (PBC) atau sirosis bilier primer adalah tipe penyakit liver yang bisa menjadi sangat parah secara bertahap, seiring dengan berjalannya waktu. Tanpa perawatan, penyakit itu bisa menyebabkan gagal hati. 
Sirosis bilier primer tidak selalu ditandai dengan gejala. Namun, beberapa pasien merasakan nyeri tulang dan sendi, kelelahan, mata dan mulut kering, dan sakit atau merasa tidak nyaman pada bagian atas perut. 
Baca Juga :
Tahapan
Apapun jenis penyakit hati yang Anda hadapi, proses kerusakannya akan sama. Bahaya yang meneror hati pun juga akan sama, apa pun penyebabnya.
Berikut merupakan tahapan penyakit hati yang umumnya terjadi:
Hati yang sehat normalnya akan lancar bekerja melawan infeksi dan membersihkan darah Anda dari racun. Organ tersebut juga membantu menyaring makanan dan menyimpan energi ketika Anda membutuhkan. Hati yang sehat punya kemampuan untuk tumbuh kembali atau regenerasi ketika rusak.

  • Peradangan


Pada tahap awal, hati Anda mungkin akan meradang. Organ itu akan menjadi lembut dan besar. Peradangan menunjukkan bahwa tubuh Anda sedang melawan infeksi atau menyembuhkan luka. Namun jika peradangan berlanjut, itu bisa merusak hati Anda secara permanen. 
Ketika bagian tubuh Anda meradang, Anda akan merasakan panas dan sakit pada bagian itu. Namun, peradangan hati seringkali tak disadari oleh pasien. 
Jika penyakit hati Anda didiagnosis dan ditangani pada tahap ini, peradangan bisa saja hilang.  

  • Fibrosis



Jika penyakit hati Anda belum sempat ditangani, peradangan akan berubah menjadi parut. Jaringan parut akan tumbuh dan menggantikan jaringan hati yang sehat. Proses itu lah yang disebut dengan fibrosis. 
Jaringan parut tidak bisa bekerja seperti jaringan hati yang sehat. Justru, jaringan parut bisa mencegah darah mengalir ke hati Anda. Semakin banyak jaringan parut yang tumbuh, hati Anda tak akan bekerja sebaik sebelumnya. Atau, bagian sehat dari hati Anda akan bekerja lebih keras untuk menutupi jaringan parut. 
Jika penyakit hati Anda didiagnosis dan dirawat dengan baik pada tahap ini, masih ada kesempatan hati Anda akan pulih dengan sendirinya. 

  • Sirosis


Sirosis adalah pembentukan luka berupa jaringan parut pada hati yang yang keras menggantikan jaringan sehat yang lembut.
Semakin buruk sirosis, hati Anda akan semakin kekurangan jaringan sehat. Jika tidak ditangani, hati akan gagal dan tak bisa bekerja sama sekali. 
Ketika Anda didiagnosis dengan sirosis, perawatan akan fokus pada pencegahan agar kondisi Anda tidak semakin parah. Hal itu bisa menyetop atau memperlambat kerusakan hati. 

  • Tahap akhir


End-Stage Liver Disease (ESLD) atau tahap akhir penyakit hati merupakan kondisi saat pasien sirosis dengan tanda-tanda dekompensasi umumnya tidak punya pilihan lain selain melakukan transplantasi.
Dekompensasi termasuk ensefalopati hepatik, perdarahan varises, gangguan ginjal, asites, dan masalah paru-paru. 

  • Gagal hati



Gagal hati berarti organ hati Anda kehilangan seluruh fungsinya. Ini merupakan kondisi mengancam nyawa dan membutuhkan perawatan medis darurat. 
Tanda dan gejala
Berikut adalah tanda dan gejala penyakit liver yang harus Anda perhatikan:
  • Kulit dan mata yang tampak kekuningan (jaundice)
  • Nyeri perut dan bengkak
  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
  • Kulit yang gatal
  • Warna urin gelap
  • Warna feses pucat, atau berdarah
  • Kelelahan kronis
  • Mual atau muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Kecenderungan untuk mudah memar.
Mungkin ada tanda dan gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter jika Anda merasakan perubahan pada tubuh yang tidak biasa.
Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit hati?

Ada banyak komplikasi penyakit hati. Ketika hati Anda mulai gagal, organ lain menjadi terpengaruh. Berikut adalah beberapa komplikasi dari gagal hati akut:
1. Edema serebral


Ini adalah cairan yang berlebihan dalam otak yang dapat menyebabkan tekanan di otak dan mencegah otak dari mendapatkan oksigen.
2. Gangguan perdarahan


Hati bertanggung jawab untuk memproduksi faktor pembekuan darah. Maka itu, gagal hati akut akan menyebabkan perdarahan yang tidak terkontrol, biasanya di saluran pencernaan.

3. Infeksi



Anda menjadi lebih berisiko untuk infeksi, terutama infeksi saluran pernapasan dan saluran kencing.

4. Gagal ginjal



Bila hati gagal, ginjal akan bekerja lebih keras dan sulit untuk mengelola penyaringan racun dalam tubuh. Ini bisa menjadi organ berikutnya yang gagal.
Komplikasi dapat dicegah dengan mengelola risiko dan perkembangan kondisi Anda. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter Anda untuk menemukan cara terbaik mencegah komplikasi penyakit liver.
Diagnosis Penyakit Liver
  • Tes Darah. Tes darah berguna untuk mengetahui kondisi peradanganyang terjadi pada hati dan fungsi organ tersebut. Dalam hal ini, petugas laboratorium akan melakukan:
    • Penghitungan sel darah lengkap. Penderita penyakit liver dapat mengalami penekanan sumsum tulang, terutama pada tahap sirosis. Karena itu, akan terjadi penurunan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
    • Pemeriksaan fungsi hati. Dalam hal ini, parameter-parameter yang akan dilihat adalah kadar enzim yang dilepas saat hati mengalami peradangan, seperti SGOT dan SGPT, serta ezim yang dilepas oleh sel di saluran empedu, seperti GGT dan alkali fosfatase. Selain itu diperiksa juga kadar protein dan albumin serta bilirubin dalam darah.
    • INR. Melihat fungsi pembekuan darah.
    • Amonia. Diperiksa bila pasien mengalami gangguan kesadaran yang dicurigai disebabkan oleh gagal hati.
    • Deteksi virus. Pemeriksaan ini dilakukan bila dicurigai terdapat hepatitis A, B, C, atau D
  • Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendapatkan gambaran organ hati secara jelas dan organ-organ disekitarnya. Metode yang dapat digunakan antara lain:
    • USG.
    • CT scan.
    • MRI.
  • Biopsi hatiMetode dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan hati menggunakan jarum halus, untuk kemudian dianalisis dengan Pelaksanaan biopsi biasanya didahului dengan pemberian bius lokal pada pasien.
  • Tes Genetik. Tes ini berfungsi untuk mendiagnosis pasien yang menderita penyakit liver yang diturunkan.
Pengobatan Penyakit Liver
Pengobatan penyakit liver sangat tergantung dari penyebabnya. Beberapa penyakit liver dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan dan berhenti minum alkohol, sementara penyakit liver yang lainnya harus ditangani dengan obat-obatan, operasi atau bahkan transplantasi hati. Yang terpenting dari pengobatan penyakit liver adalah menghindari berkembangnya inflamasi menjadi sirosis yang berbahaya bagi penderita.
Metode yang paling penting dalam mencegah terjadinya sirosis adalah dengan menghindari dan mengatasi penyebab-penyebab yang menimbulkan peradangan pada liver. Jika penyebab peradangan segera ditangani, maka perkembangan kerusakan jaringan liver dari tahap inflamasi menjadi sirosis dapat dihindari. Oleh karena itu, identifikasi penyebab peradangan sangat penting untuk mencegah terjadinya inflamasi pada hati secara terus-menerus.
Pencegahan Penyakit Liver
Untuk mencegah penyakit liver, tindakan yang harus dilakukan adalah:
  • Tidak berbagi jarum suntik dan melakukan hubungan seksual yang aman.
  • Mencegah terjadinya hepatitis B dengan cara mengikuti program vaksinasi virus hepatitis.
  • Menjaga berat badan normal sesuai dengan indeks massa tubuh.
  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat medis maupun obat herba.

Tanda - Tanda Dan Gejala Penyakit Obesitas



Penyakit Obesitas

Pengertian Obesitas

Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan sehingga membuat berat badan di atas normal.Penilaian berat badan ideal umumnya dilakukan dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang. Cara menghitungnya adalah dengan rumus: Berat badan (kg)  Tinggi badan x Tinggi badan (m2)
Klasifikasi internasional IMT oleh World Health Organization (WHO) untuk populasi Asia-Pasifik adalah sebagai berikut:
  • IMT < 18.5 kg/m2 = kekurangan berat badan (underweight)
  • IMT 18.5 – 22.9 kg/m2 = berat badan normal
  • IMT 23.0 – 24.9 kg/m2 = kelebihan berat badan (overweight)
  • IMT 25.0 – 29.9 kg/m2 = obesitas derajat I
  • IMT  30.0 kg/m2 = obesitas derajat II
Namun, penentuan apakah seseorang obesitas atau tidak dapat dilakukan secara spesifik, yakni dengan menghitung persentase lemak tubuh. Hal ini dapat meningkatkan keakuratan penentuan obesitas. Karena bila hanya menggunakan IMT, seseorang dengan massa otot yang tinggi dapat terkategorikan sebagai obesitas juga, dan ini tentunya kurang sesuai.
Jika Anda termasuk obesitas, lakukanlah perubahan gaya hidup sesegera mungkin. Obesitas dapat menimbulkan berbagai jenis komplikasi, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serta kanker.

Tanda-tanda & gejala
Apa saja gejala-gejala obesitas?

Sebanarnya tidak ada tanda gejala pasti dari obesitas. Memang sih, orang yang obesitas cenderung terlihat lebih gemuk dan besar. Namun perlu dipahami bahwa orang yang gemuk belum tentu mengalami obesitas, sementara mereka yang obesitas sudah pasti gemuk.
Untuk menentukan apakah seseorang termasuk dalam obesitas atau tidak, terdapat beberapa cara menentukannya yakni dengan mengukur:
  • Body Mass Index (BMI)
  • Lingkar pinggang
  • Rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP)
  • Tebal lipatan kulit menggunakan alat ukur yang bernama skinfold
  • Kadar lemak tubuh menggunakan sebuah alat bioelectrical impedance analysis (BIA)
Dari berbagai cara tersebut, mengukur BMI adalah cara yang paling sering digunakan karena cukup mudah untuk dilakukan. Perhitungan BMI ini menggunakan berat badan dan tinggi badan. Rumus dari perhitungan BMI adalah:
BMI = berat badan (kg) / (tinggi (m) x tinggi (m))
Orang-orang dengan BMI lebih besar dari 25 dapat dikategorikan sebagai overweight, pada 30 atau lebih termasuk ke dalam obesitas, dan pada 40 ke atas merupakan tingkat obesitas yang serius.
Kini Anda tak perlu pusing-pusing menghitung BMI dengan metode manual. Hello Sehat telah menyediakan Kalkulator BMI yang bisa digunakan secara mudah dengan hanya mengklik gambar di bawah ini.
Bagi kebanyakan orang, BMI dapat dimanfaatkan untuk mengukur kandungan lemak dalam tubuh. Akan tetapi, BMI tidak secara langsung mengukur lemak tubuh.
Sebagai contoh, untuk beberapa orang, BMI dari para atlet yang melakukan body building (menambah massa otot) tertentu dapat dikategorikan sebagai obesitas karena otot-otot mereka berkembang secara berlebihan untuk terlihat besar dan kuat, walaupun mereka tidak memiliki lemak berlebih.
Jika kita hanya mengandalkan BMI, kita tidak akan mendapatkan ukuran obesitas yang akurat. Jadi, berkonsultasilah pada dokter untuk mengetahui detail tentang tingkat obesitas Anda.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya, seperti hipertensi, diabetes, dan jantung koroner. Situasi ini juga meningkatkan arthritis yang menyebabkan sesak nafas, sleep apnea, dan cepat lelah.
Dari penjelasan di atas, mungkin terdapat gejala-gejala obesitas yang tidak disebutkan. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang efek sampingnya, silakan berkonsultasi pada dokter.
Kapan saya harus pergi ke dokter?

Jika Anda berpikir Anda mungkin mengidap kondisi ini, khususnya jika Anda peduli dengan masalah berat badan, temuilah dokter secepatnya. Anda dan dokter dapat mengukur risiko kesehatan Anda dan mendiskusikan cara mengurangi berat badan. Temuilah dokter secara rutin agar diberikan metode diagnosis dan penanganan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Penyebab
Apa penyebab obesitas (kegemukan)?

Obesitas disebabkan oleh kadar kalori yang berlebihan dalam tubuh. Penumpukkan kadar kalori yang berlebih ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor (multifaktorial). Interaksi antara berbagai macam faktor inilah yang menyebabkan seseorang dapat mengalami obesitas. 
Faktor-faktor risiko
Apa yang meningkatkan risiko saya untuk obesitas (kegemukan)?

Berikut beberapa faktor yang bisa jadi penyebab kenaikan berat badan dan obesitas:
1. Genetik
Genetik alias keturunan adalah salah satu komponen terbesar yang bisa memicu obesitas. Anak dari orangtua yang obesitas jauh lebih berisiko mengalami obesitas dibanding anak yang orangtuanya memiliki berat badan ideal.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Investigastion diketahui bahwa orang yang membawa gen FTO biasanya cenderung banyak makan makanan berlemak dan tinggi gula. Selain itu orang dengan gen tersebut juga biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa kenyang. Nah, hal tersebutlah yang menyebabkan orang dengan gen FTO lebih mungkin untuk mengalami obesitas.
Meski begitu bukan berarti obesitas sepenuhnya ditentukan oleh genentik. Pasalnya, apa yang Anda konsumsi juga memiliki efek besar pada gen yang dapat memicu obesitas. Ya, jika Anda memiliki gen obesitas dan Anda memiliki kebiasaan hidup yang tidak sehat, maka hal tersebut justru akan meningkatkan risiko Anda berkali-kali lipat untuk mengalami obesitas.
Sebaliknya, jika Anda memiliki gen obesitas, tapi Anda secara teratur menerapkan pola hidup sehat dengan memerhatikan asupan makanan serta rajin olahraga, maka risiko Anda terkena obesitas pun akan menurun.
2. Junk food
Junk food adalah jenis makanan yang tinggi kandungan gula, lemak, garam, dan minyak. Kombinasi inilah, ditambah dengan wangi makanan dan berbagai paduan rasa lainnya, yang membuat makanan junk food terasa nikmat sehingga bikin ketagihan. Tanpa sadar, orang yang sering makan junk food menumpuk banyak kalori dan lemak di tubuhnya.
Nah, hal inilah yang menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan yang pada akhirnya memicu obesitas. Jika sudah obesitas, maka Anda berisiko terkena penyakit kronis lainnya.
Baca Juga :

3. Obat-obatan tertentu
Banyak obat-obatan dengan/tanpa resep dokter dapat menyebabkan penambahan berat badan sebagai efek samping. Misalnya antidepresan yang sudah lama dikaitkan dengan kenaikan berat badan secara perlahan-lahan.
Beberapa obat-obatan lain yang bisa memicu kenaikan berat badan adalah obat diabetes dan antipsikotik yang sering digunakan untuk meredakan masalah mental. Obat-obatan ini mengubah fungsi tubuh dan otak Anda, menyebabkan meningkatkan nafsu makan dan berkurangnya tingkat metabolisme Anda. Hal tersebutlah yang memicu kenaikan berat badan.
4. Stres
Siapa sangka, stres nyatanya juga bisa jadi penyebab obesitas. Ya, stres sangat mungkin menyebabkan obesitas. Pasalnya pada saat Anda mengalami stres, Anda akan lebih mudah untuk lebih banyak makan, terutama makanan manis, guna sekadar meredakan stres dan memperbaiki suasana hati.
Padahal tanpa disadari, konsumsi makanan di saat-saat seperti itu justru akan membuat Anda mengonsumsi makanan ebih banyak, yang pada akhirnya akan menumpuk kalori, gula, serta lemak di dalam tubuh. Nah, hal inilah yang menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan.
5. Malas gerak
Dengan adanya televisi, komputer, video game, mesin cuci, ponsel pintar, dan perangkat kenyamanan modern lainnya, hidup kebanyakan orang memang jadi lebih santai. Sayangnya, hal tersebut justru membuat banyak orang minim melakukan aktivitas fisik.
Padahal kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan perlambatan metabolisme dalam tubuh. Ya, semakin sedikit Anda bergerak, maka semakin pula kalori yang Anda bakar.
Akibatnya, kalori akan lebih banyak menumpuk di dalam tubuh. Bahkan tak hanya soal kalori saja. Aktivitas fisik yang minum juga memengaruhi kinerja hormon insulin dalam tubuh. Jika kadar insulin dalam tubuh tidak stabil, maka erat kaitannya dengan penambahan berat badan.
6. Tidak cukup tidur
Penelitian telah menemukan bahwa jika Anda tidak cukup tidur, Anda berisiko dua kali lipat untuk mengalami obesitas. Risiko ini berlaku untuk orang dewasa dan anak-anak. Hal ini berdasarkan penelitian dilakukan di Warwick Medical School di University of Warwick.
Para ahli dalam penelitian tersebut meninjau bukti di lebih dari 28.000 anak dan 15.000 orang dewasa. Hasil penelitian jelas menunjukkan bahwa kurang tidur secara signifikan meningkatkan risiko obesitas pada kedua kelompok.
Kurang tidur dapat menyebabkan obesitas melalui peningkatan nafsu makan akibat dari perubahan hormonal. Jika Anda tidak cukup tidur, Anda menghasilkan Ghrelin, hormon yang merangsang nafsu makan. Kurang tidur juga mengakibatkan tubuh Anda memproduksi lebih sedikit Leptin, hormon yang menekan nafsu makan.
Jika Anda tidak mengidap faktor-faktor risiko tersebut bukan berarti Anda tidak dapat terjangkit obesitas. Tanda-tanda tersebut hanya referensi saja, jadi akan lebih baik jika Anda berkonsultasi pada dokter untuk informasi lebih lanjut.
Obat & Pengobatan
Informasi yang tersedia tidak dapat menggantikan saran medis. SELALU berkonsultasilah dengan dokter

Apa saja penanganan yang dapat dilakukan untuk mengobati obesitas?

Menjaga pola makan yang seimbang, olah raga, dan melakukan operasi dapat dilakukan untuk mengurangi berat badan. Ya, haya hidup aktif, olah raga, dan pola makan sehat seimbang adalah jalan terbaik untuk mengurangi berat badan dan menjaga kesehatan.
Anda dapat berkonsultasi pada ahli gizi untuk mengukur kadar kalori yang bisa Anda konsumsi setiap hari.  Dalam sesi konsultasi, biasanya dokter atau ahli gizi kesehatan dapat memberitahu informasi tentang:
  • Bagaimana memilih makanan sehat
  • Memilih kudapan yang sehat
  • Cara membaca kandungan nutrisi sebelum mengonsumsinya
  • Cara sehat memproses makanan
  • Mengatur pola makan
Ingatlah bahwa mengurangi berat badan secara teratur dapat membantu Anda mendapatkan berat badan ideal. Jangan lupa, imbangi juga dengan olahraga teratur setidaknya 30 menit setiap hari. Anda juga harus tahu tentang pembatasan memakan junk food saat stress melalui beberapa teknik untuk mengurangi stress, seperti yoga, olahraga, atau pengobatan. Hubungi dokter jika Anda mengalami stress yang berlebih.
Beberapa cara pengobatan dapat mengurangi berat badan namun juga memiliki efek samping. Gunakan cara tersebut jika cara-cara sebelumnya tidak efektif, dan lakukan pengobatan di bawah pengawasan dokter dan ahli kesehatan. Hal ini bertujuan agar upaya mencapai berat badan ideal akan berjalan lebih optimal dan tidak mengganggu kesehatan Anda secara keseluruhan.
Jika Anda mengalami obesitas (berat badan 100 persen di atas berat badan ideal atau BMI di atas 40) dan gagal setelah melakukan beberapa metode mengurangi lemak, mungkin Anda dapat mempertimbangkan untuk melakukan operasi, seperti operasi kecil pada wilayah perut dan lambung. Sebaiknya konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.
Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendeteksi obesitas?

Untuk mendiagnosis obesitas, dokter akan memeriksa kondisi fisik Anda dengan bertanya tentang riwayat penyakit, pola makan, dan kebiasaan berolahraga.
Lalu, dokter akan menyarankan dua metode untuk mengukur tingkat risiko kesehatan yang berkaitan dengan berat badan Anda:
  • Indeks berat badan/Body Mass Index (BMI)
  • Mengukur lingkar pinggang
  • Lingkar pinggang
  • Rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP)
  • Tebal lipatan kulit menggunakan alat ukur yang bernama skinfold
  • Kadar lemak tubuh menggunakan sebuah alat bioelectrical impedance analysis (BIA)
Pengobatan di rumah
Bagaimana perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat membantu mengatur tingkat obesitas?

Kegiatan dan pengobatan rumah berikut ini dapat menolong Anda menanggulangi obesitas:
  • Beri tahu dokter tentang kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.
  • Beri tahu dokter obat-obatan apa saja yang Anda gunakan, termasuk vitamin, herbal, dan suplemen. Hubungi dokter jika mengalami efek samping dari obat-obatan tersebut.
  • Bergabung dengan komunitas yang berhubungan dengan upaya menurunkan berat badan.
  • Sempatkan untuk melakukan aktivitas fisik, termasuk olahraga setiap hari.
  • Memahami kondisi terkini dari berat badan, indeks berat badan, dan lemak pada tubuh Anda
  • Hubungi dokter jika mengalami diare atau gula darah rendah setelah operasi.
  • Pahami kondisi badan Anda agar dapat merencanakan kegiatan yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.
  • Buatlah target yang realistis, jangan mengurangi berat badan secara drastis dalam waktu singkat karena akan mudah kembali lagi.
  • Catat aktivitas yang dilakukan dan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Dengan begitu Anda tahu kebiasaan Anda sehari-hari.

    8 Penyakit Mengancam Nyawa yang Timbul Akibat Obesitas

  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Masalah persendian
  • Masalah tidur dan pernapasan
  •  Kanker
  • Sindrom metabolik
  • Efek psikososial

Back To Top